Teropong Jodoh Tentara

PS Tentara sedang dalam periode on fire. Hanya sekali kalah dari 5 pertandingan terakhir, padahal di 5 pertandingan sebelumnya PS Tentara kalah 4 kali, menang sekali. Posisi di klasemen mulai merangkak meninggalkan zona 3 paling belegug.

persib - ps tni posisi klasmen

Setelah baton pelatih kembali ke tangan Suharto AD, PS TNI ini sangat garang jika bermain di kandang mereka sendiri. Persela Lamongan, Barito Putera, Arema Cronus, dan PBFC semuanya ngajongkeng di kandang PS TNI.  Cuma ya kalau lawan Persib masih maen di Jawa Barat mah PS Tentara tidak bisa sepenuhnya merasa maen di kandang. Walau senah mah Maung nu Kodam, tapi Jawa Barat adalah Persib!

Melawan Djanur, PS TNI di bawah asuhan Suharto memiliki memori bagus ketika mampu membungkam Persib Bandung dengan skor 2-0 saat turnamen Piala Jendral Sudirman. Satu-satunya catatan pertemuan diantara kedua kesebelasan.

— ralat: ada pertandingan PS TNI vs Persib di Piala Bhayangkara. 0-2 untuk Persib.


Pedang Pressing Bermata Dua

PS TNI merupakan tim yang mampu melakukan pressing terhadap para pemain belakang lawan dengan mengandalkan kecepatan-kecepatan para pemain depannya. Rengrengan bocah pengajian TPA Al Tentara; Wawan, Erwin, Guntur, Tambun Naibaho, Aldino, dan Iman memiliki tenaga dan kecepatan yang masih top.

Darah muda yang selalu merasa gagah, tak pernah mau mengalah sering membuat lini belakang lawan tidak nyaman memegang bola apalagi merancang serangan. Kecepatan menutup ruang yang bagoy dan tidak segan untuk beradu badan membuat para pemain lini belakang lawan menjadi rarusuh dan berujung melakukan long ball yang tidak efektif untuk melakukan serangan. Arema Cronus merasakan bagaimana sulitnya duet Hamka dan Goran untuk mengatur tempo dan merancang serangan dari belakang sehingga beberapa bola-bola yang dikirimkan oleh Hamkan dan Goran tidak bisa sampai ke lini depan.

Dengan memainkan Pressing ketat dari lini belakang, otomatis lini belakang PS TNI pun ikut naik agar jarak antar pemain tidak terlalu jauh. Namun, akibat garis pertahanan yang tinggi ini, PS TNI sering kecolongan apabila tim lawan memiliki pemain sayap yang cepat dan lincah. Lini belakang PS TNI sering kedodoran dalam melakukan jebakan offside. Sering bolongnya lini belakang melawan penyerang tipe bagoy ini lah yang membuat PS TNI menjadi salah satu kesebelasan yang sering kebobolan dengan mengoleksi jumlah kebobolan 26 sama dengan Barito Putera.

gul bobol ps tniHebat atuh da PS TNI mah, banyak kebobolan tapi tidak pernah kebobolan di 15 menit pertama. Pressing ketat ketika tenaga masih pinuh membuat lawan tak kuasa membobol di awal pertandingan. Tapi pressingnya jauh dari konsistensi 90 menit. Di menit-menit akhir pertandingan biasanya pressing yang dilakukan oleh PS TNI mulai mengendur. Dari data diatas dapat dilihat di rentang waktu 31-45 dan 76-90 jumlah kebobolan PS TNI yang paling banyak.

Contoh kasusnya ketika mereka melawan Sriwijaya FC. PS TNI dengan pressing tinggi nya mampu membuat Sriwijaya FC kesulitan untuk membongkar pertahanan mereka. Namun, PS TNI hanya berhasil menaham Sriwijaya hingga menit 34. Sriwijaya berhasil mencetak gol di menit tersebut dengan memanfaatkan ruang kosong antara kiper Dhika Bayangkara dengan lini pertahanan PS TNI. Dengan cerdik, Bang Utina mengirimkan long ball menyilang dari tengah lapang ke ruang kosong di kotak penalti PS TNI, disana sudah menanti Thon Moreira yang berdiri sejajar dengan pemain belakang PS TNI. Sekali sontek, Thon membuka pesta Srwijaya FC malam itu.

Selain stamina, tingginya garis pertahanan PS TNI pun terkadang tidak ditunjang dengan penguasaan bola yang baik di area pertahanan lawan. Saat melakukan serangan, para pemain PS TNI ini justru sering kehilangan bola. Para pemain PS TNI ini terkadang terlalu lama menguasi bola kemudian berhasil direbut oleh lawan. Mereka juga sering salah melakukan umpan-umpan mendatar yang mengarah ke pemain lawan ditambah salah satu gelandang bertahan PS TNI sering terlalu maju, sehingga PS TNI sering kesulitan dalam menghadapi serangan balik.

Saat melawan Arema, ada 2 peluang Arema yang bermula dari turnover pemain PS TNI. Peluang dari Antoni Putro dan Sunarto berawal dari pemain bertahan Arema yang berhasil merebut bola lalu melakukan serangan balik. Saat melawan SFC pun demikian, 3 peluang Beto berawal dari mudahnya pemain PS TNI kehilangan bola dan salah satu peluang tersebut menjadi gol kedua Beto di pertandingan itu.

Kuartet bek PS TNI yang biasanya diisi oleh Wiganda, Hardiantono, Hendri dan Syaiful sering kali keliru dalam mengantsipasi umpan silang dari lawan. Para pemain belakang PS TNI ini cenderung memperhatikan gerak bola ketimbang melihat posisi lawan yang siap untuk melakukan heading. Dua kebobolan dengan proses seperti ini terjadi saat PS TNI menghadapi Arema dan PBFC.

Pada saat melawan Arema para pemain belakang PS TNI asik melihat bola dan tidak mengantisipasi gerakan tanpa bola dari Ryuji Utomo, sehingga dia bisa merangsek ke tengah lalu menyundul bola tanpa pengawalan. Saat melawan PBFC, para pemain PS TNI ini pun mengulangi kesalahan yang sama, mereka tidak memperhatikan dan menjaga Pedro Javier yang berdiri bebas di tiang jauh PS TNI.

ps tni

Rencana penyerangan PS TNI memanfaatkan kecepatan-kecepatan para pemainnya. PS TNI paling banyak mencetak gol diwaktu rentang waktu 76-90 dimana dalam rentang waktu itupun mereka paling banyak kecolongan. Tambun Naibaho menjadi pemain yang paling sering mencetak gol di rentang waktu ini, dengan mengoleksi 2 gol. Tambun berhasil mencetak gol pada saat melawan MU dan PBFC di menit-menit akhir pertandingan.

Lini serang PS TNI begitu cair dalam melakukan rotasi posisi. Wawan dan Erwin kadang berpindah dari kanan, tengah lalu ke kiri. Guntur atau Iman pun yang berposisi di belakang striker cukup sering melebar membuka ruang. Sementara Aldino dan Tambun pun sering untuk turun dan melebar membuka ruang agar para pemain sayap bisa melakukan gerakan cutting inside lalu melakukan shooting. Seperti saat lawan Arema, Wawan mampu mengirimkan umpan terobosan kepada Iman yang berdiri kosong tanpa pengawalan. Iman kemudian berhadapan langsung dengan Meiga, bola berhasil di sleding Meiga, namun bola liar tersebut mengarah ke arah Tambun Naibaho yang dengan dinginnya membobol gawang Kurnia Meiga.

Support dari para pemain bek sayap pun terkadang mampu merepotkan lini belakang lawan, ditambah Manahatti atau Legimin pun sering membantu serangan. Dengan kecepatannya dan kemampuan membuka ruang kosong justru menjadi ancaman yang berbahaya bagi lini pertahanan lawan. Saat melawan Persipura, gawang Persipura beberapa kali diancam oleh umpan-umpan crossing mendatar yang diakhiri tendangan para pemain PS TNI yang menjadi usaha-usaha berbahaya PS TNI untuk mencetak gol.

Gerakan cutting inside dari pemain sayap seperti Erwin, Wawan dan Guntur pun menjadi cara dari PS TNI untuk bisa mencetak gol. Saat melawan Persipura, Guntur berhasil mencetak gol dengan cara melakukan cutting inside ke pertahanan Persipura lalu melakukan tendangan terarah ke gawang Persipura. Selain itu, gerakang cutting inside para pemain sayap PS TNI ini untuk mengecoh para pemain lawan.

 

Player to Watch

PS Tentara punya banyak stok bakat joss di gudang penyerangan mereka. Aldino akhir-akhir ini sering dimaenkan sebagey starter menggeser Tambun Naibaho. Di belakangnya, Guntur Triaji dan Iman Fathurohman yang sering dirotasi. Ada juga Suhandi yang semasa di Persib Junior jagoan pake pisan, tapi di tingkat senior sekarang cuma jadi pilihan ketiga. Lini sayap sih praktis punyanya Erwin dan Wawan.

Well, dari segi permaenan dan statistiknya Erwin, Tambun, dan Wawan adalah yang paling berbahaya. Pemaen dengan kecepatan tinggi selalu menyulitkan bek Persib, koversi peluang Erwin dan Tambun adalah 80%. Edan dong, 5 kali najong tepat ke gawang, 4 diantaranya jadi gul.

Erwin punya tingkat sukses operan 78%, pemaen ini yang paling banyak bikin peluang untuk PS TNI. Lumpat gancang, dribel lumayan, operan meded. Jasuk kudu ekstra hati-hati sih.

bahaya tni

sampai jumpa lagi

@jay @bus

data: @guh

 

pollow kami di twitter @stdsiliwangi

p.s. nuhun buat @rakaperbawa yang udah ngingetan bahwa rekor pertemuan ada juga pas di piala polisi…

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart