The Return Of The King

Hanya 6 hari sejak kembali diserahi mandat menjadi pelatih kepala Persib Bandung, Coach Djanur bisa memberi kemenangan untuk Persib Bandung. Ibarat kata majelis taklim untuk ribuan bobotoh yang hadiroh dalam kajian jamaaturakhumulullah di Gelora Bandung Lautan Api di malam bulan suci Romadhon, Al Mukarom Djajang Nurjaman memberi sebuah pelajaran bagaimana Persib Bandung itu sejatinya bermain. Sebuah tontonan mengbal yang seru dalam pertandingan El Classico melawan PSM Ujung Pandang.

The Djanur’s way

Perombakan langsung dilakukan oleh Djanur. Bli  Made diistirahatkan karena kecerobohan pertandingan yang lalu, membuat Deden Natsir memainkan partai debutnya di ISC. Kaka Yanto Basreng yang sedang butut performanya dan emang akumulasi kartu koneng digentikan oleh Dias Angga Putra. Bos Opik dan Mas Har berduet kembali menyokong Ino Pugliara, mengingatkan pada romantisme di awal musim juara 2014, ketika duet poros ganda itu diandalkan Djanur untuk menyokong Don Makan Konate. Sedangkan Sergio Van Dijk kembali memimpin barisan penggedor.

Persib kembali bermain sesuai apa adanya layaknya cinta seseorang yang mampu menerima apa adanya. Layaknya Djanur saat membesut Persib bersama class of 2014 sentuhan kaki ke kaki, build-up serangan dari centreback → engine room → flank to the streker sangat kentara.

Bersama Djanur, Persib teu langsung geber top gear di 10 menit awal melendoy kemudian. Sepanjang 45 menit babak pertama, pertandingan berada dalam genggaman Persib. Di bawah komando Djanur, pola serangan terlihat lebih rapih dan tersutruktur. Pemaen tidak tergesa-gesa, gurung gusuh, mengirim bola ke gawir.

Ino Pugliara No 10

Mang Ino jongjons memainkan peran no.10. Bisa dibilang salah satu penampilan pangenjoyna salila di Persib. Ino bukan Konate tapi Ino berusaha memainkan peran Konate selama ini. Passing pendek Mas Har dan Bos Opik terhadap Ino merupakan kareugreugan tersendiri, karena setiap Ino memegang bola teknik individunya sudah mulai muncul, bisa meggiring bola dengan lebih lengket dan efektif tidak mudah direbut lawan. Gul penalti SVD berawal dari keberanian Ino untuk maksakeun maneh menggiring bola menembus tiga orang pemaen PSM.

Ino bisa keliatan kembali moncer karena beberapa faktor; pertama karena maen di GBLA, seperti pas lawan Kukar oge ino maen lebih kaharti, semoga mental Ino tidak keEkene-Ekenean. Kedua karena suplai bola dari Mas Har dan Bos Opik melimpah ruah dan teu loba teuing operan nu nyusahkeun nyaneh. Terakhir karena SVD maen joss sebagai ujung tombak. Dengan postur yang jangkung badag, botak, dan jenggotan, Sergio bisa melindungi bola-bola build up, menjadi tembok pemantul untuk Ino masuk ke area bahaya. Pun operan SVD oge jauh lebih hade dibandingkan si top skor ti hong kong.

Puncak permainan Ino tentu saja mencetak gul dari jarak 1 senti. Antra hokie, insting, atau berkah Romadhon, kenapa bisa Ino ada disitu ketika bola crossing kamana wae Lord Atep mantul tina tihang?

Duet Sergio – Piero

Duet Piero – Sergio ini cucok bo, yang satu badag teuas yang satu imut lincah. Pergerakan off the ball keduanya juga sudah cukup sinkron teu loba teuing paamprok teu kudu. Timing masuk ke kotak penalti juga joss.

SVD sebagai penyerang tengah emang susu real good banget sih. Sergio van dijk yang bertugas sebagai ujung tombak bermain ngotot meskipun terus ditempel ketat hingga sulit pisan buat balik badan. Tapi da geus dasarna jago dan bek PSM kalah kelas, SVD masih aja bisa  kasih bola buat second line, masuk kotak penalti dan bikin peluang, terutama dari bola-bola atas.

Tak kalah Real Good adalah Samsul Piero yang sangat rajin menyerang PSM. Pembagian tugas dua sayap Djanur dari dulu memang beda, yang satu mipir gawir memberi umpan silang, yang satu lagi menusuk secara diagonal dan horizontal ke arah kotak penalti. Cak Sul ini memanfaatkan dengan baik area diantara bek kiri dan bek tengah PSM untuk menerobos pertahanan lawan. Konstan menjadi ancaman bagi PSM, hanjakal doi gagal mencetak gul.

Tercatat dalam 30 menit pertama ada 3 percobaan bikin gul dari Sergio dan 3 dari Samsul Piero. Menghasilkan 3 tendangan tepat sasaran dan 1 gul dianulir akibat Toncip sang penyuplai yang mipir gawir terjebak offside dan sisanya ngabulanyun kamana-mendi.

Sayangnya pergerakan eksplosif Cask Sul (dan Zulham kemudian) tidak diimbangi oleh pergerakan off the ball Dias untuk memberi opsi melebar di kanan jauh. Dias sok karagok naek, ketika SamZul menusuk ke kotak penalti Dias mah seringnya jedog aja di tengah lapangan nonton bari ngagayem. Standar Djanur buat fullback kanan kan Bang Pardi yang emang offensive fullback, jadi ada yang hilang dari serangan Djanur karenanya.

Poorwaka

Sepanjang babak pertama Mas Har dan Bos Opik selain jago dalam distribusi bola, jago juga dalam membendung serangan pemaen kelas 2 PSM. Para pemain PSM jarang sekali menembus area pertahannan Persib. Bila tidak terputus oleh pemain tengah persib, bola akan kembali dialirkan ke lini pertahanan sendiri sebelum diabengkeun ka hareup hanya untuk diintersep oleh Vlado.

Penyerangan sisi kiri dan kanan penyerangan PSM juga tidak mampu berbuat banyak. Hanya sang mantan Bad Boy Sinaga yang panceg mengancam Deden. Hanya ada 1 umpan silang yang sukses oleh PSM, sialnya malah jadi gul karena Mas Pur gagal melakukan clearance dengan benar.

Sebelum itu ya tentu saja karena situasi set piece tidak diantispasi dengan cukup baik. ino yang berada paling dekat dengan penendang bola, tidak melakukan tindakana preventive dengan sedikit menghalangi arah bola atau setidaknya tidak memberikan kesempatan si penendang untuk melepaskan bola sebelum ada aba aba wasit. Dias juga teuing kamana. Vlado masih sibuk mengatur posisi terlihat belum siap ketika bola begitu saja diarahkan kepada Bang Ferdi. Sinaga Boy yang tidak mendapatkan penagawalana berarti dengan mudah mengarahkan umpan krosing kepada Muchlis Hadi Nang Ning Nung.

Di babak kedua, ketika kesanggupan fisik mulai mempengaruhi kinerja pertahanan kembali Persib kebobolan dan kembali Mas Pur jadi pesakitan utama. Kagulan deui wae ku Muchlis Hadi Nang Ning Nung. Situasi kali ini, Toncip rivuh 2 lawan 1 dengan Rasyid Bakrie dan si taeun karena Tantan teu mundur. Bola bisa sampai ke Muchlis yang sebenarnya dikawal oleh Mas Pur, entah malaweung entah kasirep kumaha tiba-tiba eta Muchlis Hadi Nang Ning Nung bisa melewati Mas Pur dengan mudah dan menusuk ke arah Deden. Vlado juga reuwas teu nyangka tandemnya bisa kaliwat begitu saja, menonton dengan calangap bagaimana Muchlis untuk kali kedua menjebol gawang Deden dari area kotak kecil 5 meter.

Vlado sakapeung masih suka keliatan baringung berkomunikasi jeung Mas Pur. Mungkin karena Mas Pur ngabetem wae bari ngolomoh permen karet Yosan, diajak ngobrol ge sulit. Salah satu PR Djanur adalah biar komunikasi diantara Vlado dan Pur tidak seekstrim sekarang, nu hiji edan ekspresif nu hiji sidakep bari balem. Menjadi urgent karena di dua game terakhir, persib bisa kabobolan 4 gul dengan proses blunder dari barisan pertahanana.

Well, Mas Pur untungnya bisa membalas kesalahannya dengan gul kemenangan. Bisa tibra sare dan THR balik ka lampung cair. Sinarieun juga sih eta Mas Pur agresif di situasi corner. Satu hal yang perlu diingat, tugas utama seorang bek adalah mencegah Persib kebobolan lain membalas blunder dengan gul. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

The Djanur’s Time

Walau lini tengah ke belakang mulai ripuh membendung ketika memasuki 15 menit terakhir, lini depan masih rajin mengancam gawang PSM. Ini lah salah satu alasan mengapa saat kegulan yang kedua, tidak ada rasa menyerah di raray para pemaen. Serangan kembali digempur lebih kencang, bobotoh juga ikut bernyanyi kembali.

Djanur sebenarnya emang jago pisan mencetak gul di 15 menit akhir. Silakan liat grafik di bawah ini:

menit gul djanur 2013-2014 [775563]

Seperempat lebih gul Persib era Djanur dicetak di menit 75-90. Sesekali malah lebih dramatis dicetak di babak perpanjangan waktu.

Akhirul Kalam, selamat berlebaran bobotoh. Selamat menjadi juara. Kami dari redaksi stadionsiliwangi.com nyungkeun dihapunten samudaya kalepatan. Bisi sok aya banyol nu teu kaitung banyol, ngadu bako jeung nu teu ngarokok, hog hag diskusi perkawis Persib, mari kita mulai lagi dari 0. Wilujeng boboran siam. Taqoballalahu minna waminkum. Sampai jumpa lagi.

@Xuk @dit @bus

Follow kami di twiiter @stdsliwangi

p.s. yang mau memberi peunteun pemaen persib di game lawan psm bisa disini.

p.s.s persib menang 3-2 atas psm di game ke 9 ISC melalui pertandingan silih udag. Gul pinalti dari SVD karena wasit boloho melihat pelanggaran di garis penalti Ino, dibalas gul muchlis hadi nang ning nung, langsung dibalas lagi gul jarak 1 senti Ino hasil crossing kena tihang lord atep. PSM menyamakan lagi lewat Muchlis yang mengelabui Mas Pur, Mas Pur membalas dengan voli saat kemelut corner kick.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart