TROFEO RSG: Juara Bersama Riphan

Kesebelasan profesyionel biasanya melakukan uji coba sebelum musim baru dimulai. Tak jarang, tim-tim tersebut mengadakan turnamen kecil yang bertujuan untuk mematangkan taktik atau sekedar meraih tingkat kebugaran dan kesiapan skuad dalam mengarungi kompetisi yang sesungguhnya. Hal ini menjadi penting bagi sebagian klub mengingat para pelatih bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan timnya sebelum berlaga di kompetisi resmi.

Di Italia, kita mengenal Trofeo Tim. Agustus 2001, bertempat di Stadion Nereo Rocco yang notabene markas Cagliari, turnamen pra musim ini untuk pertama kalinya digelar. Tiga Tim besar Italia yang ikut arisan di turnamen tersebut adalah AC Milan, Inter Milan dan juga Juventus.

Jauh dari Italia sana, di mana untuk menjangkau tempat ini mengharuskan meuntas benua, ngojay di Samudra Hindia, dan kudu cul-anculan ngalewatan berbagai negara. Ada turnamen yang mungkin terinspirasi dari negeri pizza itu. Di NKRI, di sebuah kota bernama Bandung, lebih tepatnya di YPKP Futsal Indoor Stadium yang berada di jalan Suci, berlangsung sebuah turnament bernama Trofeo RSG (Riphan Sport Grup)

Perlu kalian ketahui, layaknya 3 tim besar Italia sana, tim yang mengikuti turnamen Trofeo RSG ini pun diisi oleh 3 tim kuat tukang nulis. Panditfootball Indonesia, Simamaung FC dan SSFC (Stadion Siliwangi FC). Jangan tanya bagaimana Trofeo RSG ini berlangsung. Persaingan sengit, banyak gul dan adu taktik. Direktur Akademi Vamos Futsal ge kotka mantau.

img_0909Jalannya Pertandingan:

Match 1: Simamaung FC vs Panditfootball

Di pertandingan pertama kedua tim melakukan strategi yang bertolak belakang. King Ardy yang menjadi otak permainan Pandit bermain sejak menit pertama. Sebaliknya, Juan Riphan Riquelme, player manejer Simamaung memilih memantau dulu permainan dari pinggir lapangan.

Ti saprak janari Panditfootball sudah mencoba mendominasi permainan. Build-up dari bawah, mengandalkan kemampuan menggiring bola yang aredan dari para pemaennya, Panditfootbal seolah-olah ingin ngagerepe kekuatan Simamaung. Benar saja, di menit-menit awal, King Ardy berhasil membobol gawang Simamaung dengan tendangan kaki kirinya. Tidak ada perubahan di papan skor, karena emang euweuh papan skor-an. Namun keunggulan tetap menjadi milik Panditfootball. 0-1 untuk Panditfootball.

Sadar timnya embung era karena nggeus psywar bebeakan di sosmed, Simamaung tak tinggal diam. Serangan dari kedua flank dilakukan untuk mengelabui para pemain Pandit yang dominan dalam menyerang. Hal ini dapat dimanfaatkan Simamaung dengan menyamakan kedudukan setelah nomor 13 nyakalikeun nyepak bola satakerkebek, skor berubah 1-1.

Lord Riphan 7 masuk ketika skor 1-1. Permainan seru karena kedua tim bermain terbuka. Panditfootball mulai tidak nyaman, serangan demi serangan dilancarkan ke pertahanan Simamaung. Beberapa kali pemain Simamaung yang berkepala  gundul seseledingan untuk mencegah serangan dari Panditfootball. Namun hal itu tak cukup, Panditfootball kembali unggul 2-1 setelah pemain depannya membobol gawang Simamaung yang dikawal oleh kiper berkostum hejo lumut karahaan.

img_1037Can ge acan, skor nambahan deui jang Panditfootball, pemain tukang Simamaung melakukan pelanggaran di sekitar sameter lingkaran penalti. King Ardy yang mengeksekusi dengan kaki kiri mampu ngabebeskeun bola masuk ke gawang Simamaung, skor 3-1. Tak lama peluit berbunyi tanda pertandingan babak pertama selesai.

Di babak kedua, Panditfootball menurunkan strategi berbeda. Paketan kedua masuk. Mildan Musikan, Sandi Fellaini dan dua pemain lainnya masuk. Simamaung masih dengan pemain yang sama di babak pertama. Namun justru Simamaung mampu tampil menyerang di babak kedua. Beberapa kali pemain no 16 nu buukna di beungkeut make karet (untung karetna hiji, mun dua mah lada) melakukan shooting keras ke daerah pertahanan Panditfootball. Bebeledagan eta si jabrig, dan yeaahh akhirnya Simamaung berhasil memperkecil keadaan setelah pemain depan mereka bermain apik dan membobol gawang Panditfootball dengan satu dua sentuhan. Skor berubah 3-2.

Di pertengahan babak kedua, Panditfootball kembali menjauh setelah FX Sandi Yanuar mencetak gol. Skor akhir bertahan sampai peluit panjang dibunyikan. Match pertama dimenangkan oleh Panditfootball dengan skor 4-2.

 

Match 2: Simamaung vs Std Siliwangi

Std Siliwangi yang bertanding memakai jersey putih mengawali pertandingan pertama di Trofeo ini dengan cukup percaya diri. Aun Jupriyanto yang baru ditransfer masuk oleh stdsiliwangi langsung dipaenkeun. Menggunakan formasi 2-2 melawan formasi bringka Simamaung.

Tenaga yang cukup terkuras di pertandingan pertama membuat Simamaung harus memikirkan strategi lain untuk membendung Std Siliwangi yang masih fresh. Mendelay permainan menjadi opsi Simamaung dalam laga keduanya ini.

Di pertengahan babak pertama gol sudah terjadi. Lord Riphan, sang anchor nu gayana geus jiga si Adom melakukan gol Budi (bunuh diri) setelah salah mengintersep umpan silang Prince Ajay. Skor 1-0. Tapi tak butuh waktu lama, Simamaung yang mbung era untuk kedua kalinya berhasik menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Serangan demi serangan diperjualbelikan laksana tokopedia, olx, bukalapak jeung sajabana. Passing dari para pemain Simamaung dari kanan ke kiri pun begitu sebaliknya tidak mebuat Std Siliwangi terpancing. Permainan mulai terbuka ketika Std Siliwangi berani nembalan permainan passing Simamaung. Pemain no 15 dari Std Siliwangi, Prince Ajay, mampu merobek gawang Simamaung setelah dia berhasil mengontrol bola dan melakukan shooting ke gawang simamaung. 1-2 untuk Std Siliwangi.

Pertandingan kembali berjalan seru, serangan demi serangan dilancarkan Simamaung ke jantung pertahanan Std Siliwangi. Di pertengahan babak pertama, dua flank dari Simamaung sedikit berhasil memanfaatkan buruknya koordinasi kombinasi anyar pertahanan stdsiliwangi. Akhirnya sebelum babak pertama berakhir, Simamaung berhasil menyamakan kedudukan. Skor 2-2. Stdsiliwangi kemudian memasukan Bos Ali dan main menggunakan pola 1-2-1 dengan Bos Ali sebagai Deep Playmaker. Pertahanan jadi lebih kokoh dengan garis pertahanan yang dalam.

img_1138Di awal babak kedua Simamaung berhasil manambah gol, no 16 si jabrig dibeungkeut berhasil menggetarkan gawang lawan. Aun Jupriyanto pontang panting mengudag bola karena kedua sayap stdsiliwangi tida disiplin. Skor berubah lagi menjadi 4-2 setelah mereka kembali mebobol gawang lawan.

Std Siliwangi yang tak terima dibobol melancarkan serangan balasan, hasilnya mereka kembali memperkecil keadaan menjadi 4-3. Kemudian menyeimbangkan sekor menjadi 4-4. Hattrick Prince Ajay!

Permainan di lini tengah kembali rame. Bos Ali melakukan penyelamatan penting dengan last man tackel seperti Laurent Koscielny, menggagalkan peluang emas Lord Riphan yang sudah 1 lawan 1 dengan kiper. Dorongan-dorongan kecil menghiasi jalannya pertandingan, wasit impor yang sengaja disewa mesti konsentrasi 110%. Di saat sekor sepertinya akan berakhir imbang, Simamaung lagi-lagi membobol Std Siliwangi di peghujung laga. Skor akhir 5-4 untuk Simamaung.

 

Match 3: Panditfootball vs Std Siliwangi

Pertandingan terakhir di Trofeo ini, dan tentunya inilah pertandingan menentukan untuk Panditfootball. Hasil seri sebenarnya cukup mengantarkan panditfootbal menjadi juara. Pandit kembali menggunakan pola 1-2-1 andalan dengan King Ardy jadi anchor, dua flank jago drible, dan si taeun sebagey lone streker. Stdsiliwangi memakai pola 3-1 dengan Prince Ajay jadi target man.

Taktik Bos Ali parkir bus damri dengan garis defend yang deep dan low block berhasil menganulir keunggulan teknik individu flank Panditfootball, karena tidak pernah dapet ruang buat drible dan lumpat bagoy. Sebuah takel Den Luki si sepatu adidas biru kepada King Ardy (duel dua editor sih ieu mah) di lini tengah membuat Stdsiliwangi berhasil melakukan serangan balik dan mencetak gul melalui tendangan halilintar dari jarak jauh. 0-1 untuk stadions!

Pandit tapinya justru bisa membalikan keadaan di sisa babak pertama dengan gul dari tendangan bebas King Ardy. Memang raja tendangan bebas editornya Panditfootball ini. Skor jadi 2-1 sejak tendangan King Ardy yang membentur mistar gawang bisa dimanfaatkan temannya.

Di babak kedua Prince Ajay yang sebenernya cedera karena tekel Lord Riphan digantikan Wak Haji Ilham Omz. Dan Wak Haji Omz membayar kepercayaan Bos Ali dengan mencetak 2 gul pembalik keadaan. Satu gul setelah berhasil merebut bola dari penguasaan Mz Mildan Musikan. Satu gul lagi lewat sundulan cantik ala Zaenal Abo, berlari ke belakang bek, kemudian ngagajleng bari heden, menerukan crossing Joey Barton nomer 17.

img_1210Di sisa babak kedua, Aun Jupriyanto menjadi bintang. Menghadapi mantan tim nya, Aun Jupe bermain gemilang sebagai samsak dengan melakukan 7 kali bloking tendangan jeger King Ardy dan kawan-kawan. Seperti ingin membuktikan, perut six pack mah teu penting. Dengan Aun Jupriyanto, defend stdsiliwangi bukan parkir beus deui, parkir tronton ieu mah.

Dengan hasil ini, ketiga tim berhasil mengumpulkan poin sama, yaitu 3 poin. Hanya berbeda selisih gol. Tapi karena di Trofeo ini tidak mengenal selisih gol, maka diputuskan Pandit, Simamaung, dan Std Siliwangi menjadi juara bersama, tentunya di tanah legenda.

img_1235laporan pertandingan Akay dari Aleutians

* Penulis adalah pentolan ultras stadions

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart