Ugly Win

Persib kembali melakoni laga lanjutan BRI Liga 1 2021 melawan barudak Kediri di Bantul. Walau pun namanya BRI, semua orang yakin teu kabeh pemain liga Indonesia boga rekening Simpedes. Secara pelayanan oge satpam BCA jauh unggul di atas BRI. Malah saking ramahna satpam BCA, jelema nu ngaliwat sisi jalan bank BRI oge tuluy disapa jeung dititah diuk di jero bank. Meh ngasaan AC sigana. Satu-satunya persamaan dari kedua bank ialah keduanya belum pernah mere hutang dicatet dina urut dus djarum super saselop.

Oke kita kembali ke permainan. Persik yang dulu bukanlah yang sekarang. Begitu kiranya jika si Tegar mendeskripsikan kondisi serta materi pemain Persik Kediri. Di medio 2000-an, Persik yang saat itu diperkuat Gonzales, Fagundes, serta Danilo Fernando merupakan satu momok cenewok yang menakutkan ditambah bulunya juga ramosbos. Semua tim takut kepadanya.

Fagundes seorang orkestrator ulung yang begitu memanjakan Gonzales dalam dan luar meja makan. Sarapan pagi pun Gonzales sering dimasakin martabak emih indomie, siang disajikan ulukuteuk leunca nu surawanguna rada extra meh seungit membangkitkan selera, nah kalau malam biasanya disuguhkan martabak kalapa legend khas Astana Anyar. Begitulah kiranya bagaimana Fagundes memanjakan Gonzales, sehingga performa Gonzales begitu celegeng di lapangan, striker yang begitu oportunis.

Era itu memang seolah menjadi masa keemasan bagi Persik, sebelum beberapa taun ke depannya  di mana pesona mereka memudar. Nyaeta sejak kepergian para bintang mereka, terutama bintang mereka yang paling bersinar yaitu Iwan Kancra sang legenda cukuran mohek. Saat ini, Persik coba kembali menggapai momentum emas mereka lagi, tentu dengan komposisi tim yang sangat berbeda.

Return of Grelish Brother

Persib perlu mewaspadai misi suci dari Kediri ini. Masih tanpa habibi Rashid, mesin Persib diisi sama Klok dan Dado. Bang Jupe sebagai bagian The Grealish Brothers menjabat kapten pada sore hari itu, menjadi palang panto bareng Aa Nick yang melindungi Teja Paku di bawah mistar Persib. Lord Hens mengisi sisi kanan Persib, meuntas ke kenca ada Ardi Idrus.

Bah Obet seolah ingin ”menghukum” Si Mulet Zalnando atas kesalahan yang ia lakukan pada pertandingan lawan Persebaya. Rada antik, kali ini Frets ditempatkan di belakang Si Kumtip Wander sebagai supplier bola-bola matang, setelah sebagai supplier sayur ka hotel-hotel di Bandung mandeg sabab dibayarna kudu tilu bulan sakali. Mampet. Erwing gerung siap wara-wiri di kiri sektor penyerangan Persib menggantikan Vzrdut yang diparkir Bah Obet.

Tujuh menit awal Persib mengambil inisiatif serangan dengan menerapkan pressing agresif ke pertahanan Persik. Ibarat press body di Kota Baru, Persik tertekan sampe ke lini pertahanan sendiri, cukup untuk menciptakan beberapa tembakan ke gawang Persik dari Bow dan juga Wander Luiz. Tapi dasar Persib, pressing tadi ngan bertahan selama beberapa menit saja, sesana Persib menyerahkan komando lini tengah begitu saja kepada pasukan Kediri.

Persib berbalik ditekan Persik via gelandang tengah mereka. Masih beruntung jang Persib, secara khusus Klok, masih sangat disiplin menjaga mesin Persib tetep panas. Pengersa masih rajin marking key player Persik, sambil sesekali jail nyabutan bulu baok pemain Persik yang sesekali Klok sesebkan kanu liang irung mereka. Bahkan ada satu momen ketika Andri Ibo bersin 13 kali teu pupuguh. Setelah dicek ku baturana, ada satu helai bulu baok sepanjangv 10 cm yang masuk ke irung Andri Ibo. Taktis pisan ieu si Klok. Hal tersebut ternyata sangat mengganggu konsentrasi Andri Ibo. Sabab bau si bulu eta sangat haseum sampai membuat matanya cirambai.

Bener we gangguan yang efektif, sampai akhirnya Erwin gerung berhasil merangsek ke pertahanan kanan Persik, kemudian bola diangkat dan ditepis kiper Persik yang sayangnya tidak sempurna. Bola malah nyampeurkeun ka suku kenca Frest. Pertahanan Kediri dihukum dengan tembakan voli Frats Frets Frots yang menghujam keras ke dalam gawang. Gul! Persib unggul satu gol atas Persik. Keunggulan satu gul bertahan sampai jeda babak pertama.

Jol Meunang Weh

Babak kadua praktis Persik mengejar ketinggalan satu gul dari Persib. Persik ngotot pisan, pukpek berbagai macam cara dilakukan, nepi ka hal klenik oge ditempuh. Si Javier Rocha sebagai kuch ternyata nyimpeun cakcak buntut cagak dina dompetna sebagai jimat kemenangan tea, urut kamari ulin ngeueum ka Darajat, ah sakalian we senah nyimpang neangan isim.

Persib kembali dikurung ku Persik, teu bisa ka mana-mana siga budak SMA dek UN. Dikerem di kamar, ulah macem-macem bisi gering isukan pas ujian. Beruntung bagi Persib, peluang Persik yang tersedia tidak bisa dikonversi dengan sempurna menjadi gul oleh pemain Persik sampai berakhirnya babak kedua.

Maung Bandung memang berhasil kembali membungkus kemenangan, tapi tentu mengecewakan bagi bobotoh sebab ieu mah bisa disebut ugly win. Secara permainan Persib kalah dari Persik, determinasi di awal tidak diikuti dengan dominasi menyeluruh di sisa laga. Biasa we siga ngincer awewe, gas di awal, ngulapes di akhir ai geus bisa digudrud ka kosan atawa OYO mah.

Semoga di putaran kedua Persib bisa lebih mangkreng lagi.

 

Salam, [pras / buschen]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Yang Lainnya