Wasit Adalah Alibi, Permaenanmu yang Bikin Sakit Qolbi

Pita Pink

Persib menuai hasil seri 2-2 di Stadion Batakan ngalawan tim anu ngarana beda saeutik jeung Persib, Persiba. Sekaligus menasbihkan diri sebagai tim nomor satu. Maksudna tim nu loba menang poin satu, 12 pertandingan Persib berakhir imbang, terbanyak di Liga 1. Selain eta, Persib berhasil memeperpanjang rekor seri opat kali berturut turut. Dan ironisna, 3 dari 4 hasil seri eta dimainkan di kandang. Seri wae jadi hayang seuri. Seuri sedih.

Terlepas dari buruknya kepemimpianan wasit mari kita hiraukan sejenak kepayahan wasit berlisensi FIFA ini. Permaenan Persib juga tak kalah buruknya. Di balik handsball pemaen Persiba nu kuduna di jero kotak penalti, di balik kartu merah Febri Bow, di balik piriwit geus ditiup pas Persib keur nyerang padahal saacanna Deden sempet lila nalikeun tali sapatu. Di balik…..geus ah loba teuing di balik moal asak-asak. Buruknya kepemimpinan wasit adalah tipu daya muslihat sebagai pengalihan isu permaenan Persib yang tidak ada perubahan sejak kamari-kamari. Ieu lain butut deui, geus asup kategori butut ++.

Di awal pertandingan, Persib dikejutkan dengan permainan umpan pendek barudak Persiba yang merepotkan gelandang bertahan dan lini belakang Persib. Khususna gelandang bertahan, jarang sekali ada tekel dari Mas Har atau Kimberly Kurniasih yang memotong laju bola di tengah lapang. Entah faktor apa yang membuat buruknya gelandang bertahan Persib dalam hal bertahan. Ngarana ge gelandang bertahan maenya teu bisa bertahan. Piraku karena Stadion Batakan anyar keneh, jadi lebar rek dipake nekel bola? Sieun jukutna ruksak? Ciga umak boga motor anyar sok lebar dipake ngebut. Kotka makena ge lalaunan 3 km/jam.

Pun dalam hal menyerang, lini tengah dan lini depan Persib tidak saling terkoneksi dengan baik dan masih menjadi masalah da euweuh sosok playmaker tea. Lini sayap yang “dimatikan” oleh barudak Persiba membuat Persib tak bisa melancarkan serangan mapay garis seperti biasanya. Beberapa kali Jupe atau Vlado melakukan long ball, gambling, sugan we aya rezekina tina long ball. Tapi ternyata loba ketebakna tibatan berhasilna. Tendangan jarak jauh jadi opsi, ngan selama posisi kiper lawan siap dan bener mah hese. Rek satakerkebek ku Essien nepika liang bool empot-empotan ge moal jebol. Teuing kudu lewat mana atuh Persib nyerang teh.

Gol Persib pun yang tercipta di pertengahan babak ka hiji berawal dari tendangan bebas. Sepakan Essien mantul ka pingping Ndusel Pogba, katahan ku kiper, bola muntah, Ndusel yang tak terkawal menceploskan bola ke gawang dengan enak. Dua hal yang bisa ditarik kesimpulana dari kejadian ieu. Pertama, si Ndusel Pogba movement dan positioning-na alus, tapi teu bisa dimaksimalkeun karena kurang supply bola ti lini tengah. Kadua, Persib beberapa kali bisa menciptakan gol lewat tendangan bebas atau sepak pojok. Khatam-keun we tah eta. Sugan nepi akhir musim golna mun teu tendangan bebas, sepak pojok, atau penalti. Da nyieun gol dina bola hidup mah silat, eh sulit.

Sedangkan dari kubu tim tuan rumah, Lopicic menjadi sosok yang diandalakan oleh Persiba dalam membuat peluang dari pertandingan ini. Ia melepaskan 2 umpan yang berpotensi jadi gul atau kalo dipresentasikan adalah 40% dari keseluruhan (4) chance created nu dihasilkan oleh Persiba, terbanyak dari rekan rekan satu tim lainnya Belum termasuk upaya-upaya tendangan bebasnya selama babak pertama nu sempet 2 kali salah diantisipasi oleh Deden. Memasuki babak kadua, Persib deserang Persiba habis habisan, beruntung operan Vlado berhasil diteruskan oleh Kim untuk menyamakan kedudukan.

2 dari 4 gul yang tercipta pada pertandingan ini berasal dari proses yang sama, yakni tendangan bebas. Lopicic dan Essien menjadi aktor dibalik lahirnya kedua gul tersebut. Hal ini seolah membuktikan betapa baiknya kedua tim dalam memanfaatkan skema bola mati mereka.

Terkhusus Persiba, Lopicic memberikan ancaman luar biasa pada pertandingan ini. Seperti nu disebutkan di atas, Lopicic beberapa kali merepotkan Deden. Belum lagi upaya tusukannya yang kerap kali merepotkan barisan pertahanan Persib. Bisa dibilang, Lopicic adalah rekrutan sukses bagi Persiba pada paruh kedua musim ini.

Di babak kadua, eweuh perubahan permainan. Persib tetap ditekan. Ngan sesekali kaluar menyerang lewat skema serangan balik. Kondisi diperparah, saat Febri Bow menerima kartu kuning kedua alias kartu merah karena si pemain dianggap melanggar Fengky dari belakang. Dengan sapuluh pemaen nu keur diteken, Persib semakin tertekan, teu dibere kendor pisan. Hal anu dipikasieun justru kadon kajadian, menit 62 Persiba bisa ngebobol gawang Persib, si Cesar nu ngagulkeuna. Angin aya di tuan rumah, Persib terus diteken.

Perubahan dilakukan ku Emral, eh Herjos, eh.. Si Ridwan buuk koneng alias Maitimo main. Ngaganti Matsunaga anu selama 60 maen teu bisa ngalewatan AlFath.. Praktis, skema Gawier is die. Febri dikartu merah, Matsunaga diganti. Make skema apa dong? Silahkan bertanya pada kuch Emral dan Herjos.

Mempertanyakan Kinerja Lini Tengah Persib

Sebenarnya masalah utama Persib saat ini adalah trio engine room, eta titik. Dado, Mas Har, Kim Kuncir, Essien, Maitimo, Baasith, Zola. Dari deretan nama tersebut siapa yang posisi aslinya adalah AMF? Cuma Zola seorang! Dan ayeuna-ayeuna ge tara dipaenkeun ku pelatih. Tim pelatih selalu memaksakan Maitimo atau Essien maen di posisi eta. Hasilnya? Ga usah ditanya, kaya hubungan kita semenjak datang orang ketiga: kacau balau.

Ada beberapa kejadian di babak pertama di mana Essien berdiri sajajar jeung Kim dan Mas Har. Buat apa coba lejen Celsi itu menta bola sampai ke areanya DM? Menghambur-hamburkan pemaen di yang tidak semestinya. Kuduna Mas Har atau Kim yang ngambil bola itu kemudian Essien nu meneruskanna kepada barisan penyerangan. Nu lebih keselna deui oge Essien ieu teu bisa nyusun serangan dengan baik. Bola geus ngeunahaeun dibawa ku manehna nepi mendekat kotak penalti Persiba, pilihanna tinggal dioper ka Ndusel atau Bow eh dibawa we terus ku beliau buat oleh-oleh keluarga di Ghana. Nya karebut lah akhirna.

Di fase ini, AMF gagal  menunaikan tugasnya dengan baik.

Tidak hanya Essien, Mas Har dan Kim juga maen kembali ke habitatnya: patubruk-tubruk. Ngapain Kim ngingintil Mas Har, buat ngajagaan Chalwa? Padahal kalaupun Mas Har lolos langsung ada bala bantuan dari Toncip dan Jupe. Kim ketarik, otomatis area Kim jadi kosong. Kalau diliat-liat di pertandingan sebelumnya, area DM Persib ini memang rentan bocor yah. Apakah lupa pakai pembalut yang ada sayapnya? Anmar, Bryan, jeung Chalwa kaciri mejeuh pisan memenuhi area di depan kotak penalti Persib karena duaan ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tidak berjalannya duo gelandang bertahan ini juga menular sebagai penyambung serangan, hal eta menyebabkan Vlado dan Jupe kerap melepaskan umpan direct ke depan karena sudah tau tidak ada hasilnya memberi opsi pada Kim atau Mas Har. Mas Har juga semakin kewalahan menghadapi pemaen dengan darah segar seperti Chalwa, Chalwa bisa lepas beberapa kali tanpa pengawalan. Pertandingan ieu memang kuncina aya di lini tengah kedua tim. Persib gagal menahan laju gelandang-gelandang Beruang Madu.

Jose – Abus Medioker

Meraih hasil imbang berturut-turut adalah sebuah hasil minor tentunya. Sudah bukan zamannya lagi sekarang mensyukuri hasil imbang di partai tandang. Cuma tim medioker kaya PSSB Bireun atau Persinga Ngawi yang berharap merebut 1 poin di kandang batur. Jadi ketika tim jiga Persib bangga bisa menahan imbang tim tuan rumah, apalagi memakai dalih “dengan 10 orang” maka Persib termasuk lingkaran tim medioker. Kenyataannya memang begitu, apa bedanya maen 11 orang sama 10 orang? Sama-sama ripuh, sama-sama tertekan, sama-sama maen butut. Setelah Bow kaluar, Jose atau Emral tidak melakukan perubahan taktik apapun buat mengakali kekurangan pemaen. Maen bertahan parkir bus menjaga keunggulan mah eta lain strategi jenius, melainkan strategi obat bius alias paeh sorangan.

Jadi, rek nepi iraha kieu wae? Untungna match ieu Bobotoh terdistraksi sama kepemimpinan wasit, jadi dibullyna saeutik, lolobana ngebully wasit. Apakah ini karma dari sang Lord Atep yang dipeyeum di bench?

Salam,[fah,zky,iqs,ins/xuk]