Wirang Di Padang

Melawat ke Stadion Agus Salim Djajang Nurjaman tidak banyak melakukan perubahan dalam susunan pemainnnya, cukup 2 pemain yang dirotasi sisanya sama ketika away ke Papua. Sergio diganti oleh Belen dan Tantan diganti oleh geboy mujaer David Laly.

Terlihat ripuh sejak menit menit awal Semen Padang yang begitu bernafsu memenangkan pertandingan menerapkan pressing yang sangat ketat di sepertiga pertahanan PERSIB. Gul pertama Semen Padang tercipta karena para pemain PERSIB tak mampu melepaskan diri dari pressing pemain semen padang.

Babak 1 + 10 Menit Awal Babak 2

Semen Padang menerapkan pressing tinggi sejak dimulai sepakmula babak pertama. Tiap pemain Semen Padang selalu mencari lawan saat kehilangan bola, terkadang membentuk posisi 2 vs 1. Sedangkan pemain PERSIB sibuk mencari posisi enakeun untuk melepaskan penjagaan dari sistem presing ketat semen padang.

Hal itu terlihat saat gol semen padang pertama, harusnya Vlado melakukan clearence, namun malah passing pendek kepada Basna di posisi tengah yang ripuh untuk possession ball, Basna off-position dan pressing dari Marcel membuat situasi 1 vs 1 di box PERSIB. Basna panik dan gol untuk semen padang.

Gol pertama menjadi momentum semen padang untuk menguasai pertandingan sementara PERSIB mulai terpuruk, Djanur tidak bisa menemukan cara efektif untuk keluar dari situasi sulit tersebut

PERSIB yang biasa maen possession ball terpaksa menerapkan umpan pendek cepat dari lini tengah saat build-up serangan. Sebenarnya pemain PERSIB bisa dengan baik menerapkan, hanya faktor pamaeh ada di David Lalay yg posisinya sangat jauh dari:

  1. Toncip yg fokeus jaga kedalaman bantu Yanto,
  2. Kim Kuncir yang berusaha bikin zonal sama MasHar
  3. Mang Ino yang coba kontrol permainan di tengah lumpat kanan-kiri.

King Zamrun yang selalu dikawal ketat bahkan teu jarang dlm posisi 1 vs 3. Ncoso? rivuh as usually hese, selalu ada diantara Cassio dan Handi.

Intinya Persib sangat kesulitan keluar dari tekanan semen padang aliran bola pertama dari persib selalu gagal dikuasai dengan baik. Kerap kali para pemain persib gagal mengontrol bola karena selalu dipress oleh 1 hingga 2 para pemain semen padang. Semen padang berhasil mematikan lini tengah persib. Vendry mofu beberapa kali bisa merebut bola dan berhasil melepaskan shoot berbahaya ke gawang made.

Babak 2

Tidak jauh berbeda dengan babak pertama, hanya posisi pemain PERSIB sedikit lebih cair lebih berani merancang serangan dan perlahan bisa keluar dari tekanan semen padang. Tapi tetap pemain semen padang selalu buat kondisi dimana pemain PERSIB teu laluasa pegang bola.

Of course, Kim kuncir di tengah yang selalu nunutur Mas Har mulai katingali. Jasuk yang dari awal sudah ripuh dibuat makin susah ngudag pergerakan Irsyad yang teuas, jasuk harus sering membuat pelanggaran untuk menghentikan pergerakan irsyad.

PERSIB sebenernya wani kaluar, katingali saat eleh gede ge aya keneh Shot on goal mah. Skema berjalan jiga biasa, from flank. Cuman leungit sentuhan passing pendek, mungkin karena rusuh hayang ngasupkeun.

Ya mau bagaimanapun juga PERSIB sudah game over dari 10 menit awal babak kedua. Meskipun beberapa kali berhasil mengancam gawang Semen Padang tapi tak satu gol pun bersarang d igawang jandia. Malahan beberapa serangan balik mereka yang akhirnya memberikan dua pasang siki kanyut menggantung dina jaring gawang PERSIB, sekaligus mengunci kemenangan semen padang menjadi 4-0.

Sesuai prediksi semen padang bisa memanfaatkan berbagai situasi minus yang dimiliki PERSIB; kacapean akibat diforsir di Papua, cape perjalanan panjang, kondisi lapangan garinjul, plus kurang tepatnya rotasi pemain PERSIB.

“Nil untuk Maizar” di QNBL 2015 kini berganti menjadi “Nil for Djanur”. Wayahna jeung tarimakeun PERSIB eleh telak sagalana di Padang. Biasana bareto mah mun eleh badag kieu pamaen teh muyung nyumput moal wani kaluar imah saacan bisa mere meunang keur PERSIB. Ayeuna mah jigana henteu euy, si kehed teh!

Well done sib, wirang di Padang.

@dit @win @omz

Follow kami di twiiter @stdsliwangi

P.S silakan mengisi nilai pemaen Persib disini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart