Yang Tersisa Dari Persib

stadion siliwangiSetelah hiatus beberapa bulan, skuat Persib yang dibubarkan akibat dari dihentikannya Liga Indonesia kini kembali berbenah guna menghadapi turnamen yang diprakarsai oleh PT. Mahaka Entertainment, Piala Presiden, yang akan digelar mulai tanggal 30 agustus nanti. Persib harus merelakan dua pilar yang berperan penting ketika Persib berhasil menjuarai Liga Indonesia, Makan Konate dan Vladimir Vujovic lebih memilih pulang ke negaranya masing-masing. Djanur harus ikhlas hanya diperkuat oleh satu pemain asing saja, Ilija Spasojevic.

Bawah Mistar
Tidak ada yang berubah secara kasat mata di area ini, tapi jika melihat lebih dalam perubahan sangat terasa. Posisi kiper bagai batu akik yang semakin kinclong jika sering diasah dan makin buram saat tidak diasah. Atribut-atribut penting seorang kiper belandaskan pada insting, respon, ketenangan, dan pembacaan terhadap jalannya permainan, hal-hal yang tidak bisa diasah dengan berlatih saja. Liburan berbulan-bulan jelas membuat Made dan koleganya kehilangan sentuhan kiper mereka.

Sayang sekali bakat-bakat seperti Deden Mahbubi harus sia-sia, padahal dirinya bisa menjadi the next Cecep Spidermen. Back up abadi yang selalu siap tempur saat dipanggil. Dibandingkan kiper-kiper utama Persib dari saat liga super dimulai, Clean Sheet per game Cecep adalah salah satu yang terbaik.

Lini Belakang
Perginya Vlado dan Konate tentunya membuat Djanur harus sedikit putar otak. Pada laga persahabatan melawan arema (11/08/2015) Djanur menerapkan pola yang sama seperti biasanya 4-2-3-1, posisi yang biasanya diisi oleh Vlado kini dipercayakan kepada Abdulrahman. Djanur tak punya pilihan lain karena dengan perginya Vlado praktis Persib hanya memiliki dua pemain yang berposisi murni sebagai bek tengah. Bukan tidak mungkin Djanur akan menjadikan Abdul sebagai bek andalan persib mendampingi Achmad Jufrianto.

Abdulrahman yang didatangkan manajemen dari Semen Padang pada tahun 2014 telah memainkan 12 laga bersama Persib, 8 diantaranya berangkat dari bangku cadangan, hanya 4 kali dimainkan sebagai starter. Pemain kelahiran makasar ini memiliki tipikal permainan yang keras. Bermodal postur badan yang menjulang Abdul tentunya memiliki keunggulan dalam perebutan bola-bola atas. Pemain yang pernah membela Seman Padang ini memiki kelemahan yang cukup kentara ketika berduel satu lawan satu. Selalu kerepotan terutama ketika berhadapan dengan striker yang mengandalkan kecepatan semacam Samsul Arif dan Titus Bonai, berbeda dengan Vlado ataupun Jupe yang lebih bersabar meladeni lawannya, Abdul seringkali mengambil bola dari lawan disakalikeun dengan sekali tebas. Apa yang ditunjukan Abdul tentunya beresiko tinggi, akan sangat mudah dilewati lawan, juga kemungkinan terjadinya pelanggaran sangatlah besar. Dalam dua laga sebelum menghadapi Arema yang levelnya hanya melawan Cilegon United dan PSAD, Abdul menerima 2 kartu kuning. Terlepas dari kelebihan dan kekurang yang dimilikinya tentunya Abdul akan menjadi tulang punggung lini pertahanan Persib selama Wak Haji belum merekrut pengganti yang sepadan atau melebihi kemampuan seorang Vladimir Vujovic.

Pengatur Serangan
Djanur masih melakukan audisi diantara Firman Utina atau Dedi Kusnandar untuk pos yang ditinggalkan Makan Konate. Jelas sekali peran Konate untuk lini tengah Persib sangatlah penting. Pemuda Mali itu adalah pusat permainan Persib. Menurut data yang dimiliki lab bola, selama keikutsertaan Persib di ajang AFC Cup, Konate telah melepaskan 51 operan dengan tingkat akurasi mencapai 81%. Sinyal baik muncul dari laga melawan Arema, di pertandingan itu Dedi Kusnandar berhasil melepaskan 27 operan dengan tingkat akurasi mencapai 91%. Melihat apa yang ditunjukan Dado tentunya Djanur boleh tidak terlalu hariwang soal pengatur ritme permainan. Meski begitu pemain lulusan UNI ini masih harus mengembangkan lagi kemampuan jelajahnya, Konate adalah Jendral yang kehadirannya terasa di seluruh pelosok lini tengah Persib, gelandang yang sangat mobile. Dado harus latihan lebih rajin lagi.

Di sisi lain, Djanur perlu mengkhawatirkan kondisi fisik Bang Utina yang kini sepertinya tidak lagi mampu untuk bermain 90 menit. Meski memiliki Dado sebagai pengatur permainan, kehadiran Bang Utina di tengah lapangan Persib masih sangat dibutuhkan. Kharisma, visi permainan dan pengalamannya belum ada yang bisa menandingi. Pada pertandingan melawan Arema, di menit 79 Firman Utina digantikan oleh Zulham Zamrun, tubuh yang gempal kentara sulit mengimbangi daya jelajah yang dimiliki Dado. Bang Utina sering kali terlihat kepayahan ketika harus turun membantu pertahanan dan langsung kembali naik menyerang alhasil serangan balik Persib agak sedikit terhambat. Insting pertandingan bliau juga belom kembali dari liburan, di beberapa kejadian Bang Utina mundur untuk mengejar bola, bola nya udah keburu di-clearance ke depan. Bang Utina lari maju meminta bola, bola nya keburu kerebut dan ditendang ke pertahanan Persib.

Kiri Luar
Pabila Djanur keukeuh akan memainkan formasi lama 4-2-3-1, pria yang sempat menjadi asisten pelatih flamboyan M Indra Tohir, ini bisa memaksimalkan rekrutan anyar Zulham Malik Zamrun di sisi kiri untuk kemudian menggeser Atep ke tengah tepat di belakang striker. Penempatan posisi ini akan lebih maksimal ketimbang memaksakan Atep beroperasi di sayap kiri dan Zulham duduk di bangku cadangan. Bermain di tengah akan membuat Atep lebih bebas dari tugas ikut bertahan. Di belakangnya sudah ada Dado/Utina dan Hariono. Secara statistik, Atep adalah pencetak gol terbanyak Persib di skuat yang ada saat ini.

Harapan Wak Haji dengan kedatangan Zulham Jelas untuk menambah daya gedor serangan persib kheuseusna di sektor sayap kiri. Sudah menjadi rahasia umum selama mengarungi musim kompetisi 2014 serangan-serangan yang dibangun oleh Persib terlalu bertumpu di sektor kanan. Zulham juga terbilang produktif ketika membela klub asal Kalimantan Mitra Kukar, Zulham berhasil mencetak 7 gol dari 25 kali dia bermain, unggul 1 gol dari Atep yang mencetak 6 gol dari 28 kali bertanding. Sementara ketika membela Persipura, Zulham mencetak 2 gol dari 2 kali pertandingan yang dijalani. Namun perlu dicatat Zulham merupakan permainan yang bisa dibilang egois dan maruk. Cuma yaah, dengan kelebihan teknik gocekan individunya, tak ada salahnya Djanur untuk mencoba memercayakan sisi kiri penyerangan Persib kepada Zulham.

Poros Halang
Untuk gelandang bertahan djanur tentunya tak terlalu pusing karena stok pemain gelandang bertahan tidak mengalami penyusutan personel. Duet Dedi Kusnandar dan Hariono akan menjadi pilihan utama Djanur, Hariono akan bertugas untuk menetralisir lini tengah dari serangan lawan sementara Dado akan lebih diandalkan sebagai penyuplai bola ke lini depan. Selain 2 pemain andalan itu masih ada Taufiq yang fasih dalam melaksanakan pertahanan zonal di lini tengah, Jupe juga jago jika terpaksa harus bermain di posisi gelandang bertahan. Ah, jangan lupakan si pemain serba bisa lulusan Persib Junior, M. Agung Pribadi!

Juru Gedor
Spaso sampai saat ini belum bisa memberi bukti gol yang mengalir lancar. Tantan dari dulu memang memiliki kekurangan dalam hal penyelesaian akhir. Lini depan pun selalu menjadi perhatian Wak Haji, jika kesempatan melakukan perekrutan muncul, hampir pasti satu pemain di posisi ini akan didatangkan Wak Haji. Rekor 10 pelamar ditolak itu baru terjadi di bursa transfer terakhir loh.

sampai jumpa di pertandingan berikutnya.

@xuk @bus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp