You Earned the Final Boys!

Satu kalimat yang bisa digunakan untuk menggambarkan setiap pertandingan melawan arema musim ini adalah: the great comeback. Dua kali persib menyalip arema saat mereka unggul duluan, sekali arema ganti menganulir keunggulan persib.

Taktik Simple Anak Sekolahan.

Melihat pertandingan semifinal kemarin, hal utama yang paling menonjol adalah mental pemain persib. Soal taktik, Djanur jelas punya rencana di babak pertama, namun kebobolan dengan cepat saat babak kedua baru dimulai membuat strategi yang berkembang di sisa pertandingan babak kedua adalah strategi setiap tim sepakbola jalanan.

Di babak pertama jelas arema memegang kendali, tapi possesion ball mereka jauh dari kotak penalti persib. Gustavo jauh dari posisi ideal untuk membuat peluang. Beberapa pemain arema juga tiada punya kesabaran yang cukup, setelah tiga-empat operan gagal maju menembus lini tengah persib mereka pasti melakukan long pass untuk Gonzales.

Di sisi persib serangan lebih sederhana dan menghemat tenaga, kecuali tenaga ferdinand yang harus berlari mengejar bola thru pass melambung. Tidak efektif memang, karena ferdi gagal kontrol dan melewati bek arema berkali-kali. Tapi, strategi ini menghemat tenaga pemain lain yang jadi tidak sering naek turun dengan ekstrim. Dan tenaga ini memang berguna di babak tambahan, dua gol dan setengah lusin peluang. Sedangkan pemain arema yang jadi kunci sudah cedera duluan, yang di lapangan kelelahan.

CEO Iwan terlihat memberi instruksi gelandangnya untuk mengasari pemain tengah persib. di awal pertandingan Bustomi langsung dapet kartu karena tekel brutal terhadap konate. kemudian 4 kartu kuning lainnya menyusul sepanjang pertandingan. well, taktik arema yang satu ini gagal karena pemaen tengah persib jarang mamawa bola terlalu lama. opsi habengkeun ka ferdinand membuat keselamatan pemaen persib terjaga.

Saat tertinggal, taktik sederhana anak sekolahan ala Djanur juga sukses. Andalkan pemain yang jago, usahakan operan sampai kepada pemain yang bisa diandalkan. Oper bola kepada pemain yang jago gocek, long pass menusuk untuk striker yang larinya kenceng dan semua yang merasa jago boleh ikut menyerang tak peduli posisi kamu bek atau kipper sekalipun.

Rencana Djanur dibantu dengan sangat baik oleh Arema. Begitu mereka mencetak gol ide mengamankan pertandingan langsung ngejepret di kepala semua pemain arema. Bermain membunuh waktu, yang koploknya adalah masih sisa 45 menit, mencoba ball retention sebanyak mungkin tanpa ada niat mencetak gol kedua yang mungkin bisa membunuh perlawanan persib.

Ada satu momen ketika arema menyerang lewat sisi kanannya, hampir mirip dengan proses gol beto. Thierry sudah memegang bola, Toncip dalam posisi nanggung mau marking pergerakan beto atau pressing Thierry, dan untungnya aki-aki fullback kanan itu memilih mendelay bola mengembalikan kepada Seseorang di lapang tengah yang bisa dicover oleh konate.

Ada lagi pergerakan pass and move yang bagus dari Gustavo, sayang hendro lebih memilih mengoper pada purwaka saat firman dalam posisi menggantung tak jelas mau press Gustavo atau hendro. Permainan seperti itu berulang kali dilakukan arema. Mereka memberi harapan kepada Persib dengan memilih membuang waktu dan tidak menyerang secara serius.

King A7ep

Kemudian tiba saatnya persib memberi pelajaran kepada arema. Pertama dengan memasukan Atep. Tantan memang bermain standar saja tadi malam, menerima bola di posisi bagus untuk kemudian membuang peluang atau passingnya payah. Bukan berarti Atep lebih bagus dari Tantan, tapi Djanur lebih suka berjudi dengan Atep sebagai supersub daripada memaksakan terus tantan yang sudah kecapean. Selain Jakabaring adalah panggung favorit King Atep.

Musim ini atep jelas lebih baik dibanding musim kemaren. Lebih sering tampil dari bangku cadangan sedikit banyak bikin atep maen lebih fight ketika diberi kesempatan. hasilnya 6 gol termasuk gol krusial ke gawang ahmad kurniawan. Setelah gol itu atep semakin enjoy bermain. Gerakan samba sebelum diselengkat oleh benny wahyudi sangat enjoy untuk ditonton!

Mas Har juga bermain enjoy menggantikan taufiq. Beberapa pergerakan dan umpannya tidak bisa diantisipasi oleh lini tengah arema yang terlihat underestimate dengan mas har ketika sedang memegang bola. Mereka lebih takut mas har yang mengejar pemain dibanding mas har yang membawa bola. Kesalahan besar bung! Mas har kini sudah sangat tenang dalam mendrible dan jitu dalam memberi operan. Kehadiran taufiq dan gaya maennya membuat mas har harus berkembang dan, setelah bantuan dari mamic, gelandang terbaik kami memang berkembang pesat.

Kesalahan paling fatal arema tadi malam adalah menurunkan ritme dengan segera setelah unggul. Sepanjang babak kedua, setelah tempo yang menanjak, ritme arema menurun dan semakin dingin. Maka ketika persib mencetak gol sulit bagi arema kembali ke ritme sebelumnya. Ditambah Gustavo dan bustomi sudah hilang dari lapangan tengahnya.

Berbanding terbalik dengan persib yang ritmenya semakin menanjak. Setelah gol vujovic dan gol cepat atep persib masih ingin mencetak gol untuk membunuh permainan. Gol yang penting untuk menghabisi harapan arema. Djanur tidak ingin anak-anaknya bermain membuang waktu tanpa mencetak gol ketiga, dan ini adalah keputusan paling bijak yang diambil Djanur tadi malam.

You Earned the Final Boys!

Bukan soal taktik yang membuat perbedaan kentara tadi malam. Adalah motivasi dan keinginan pemain untuk menang yang membuat bobotoh bangga. Dengan permainan yang butut di babak pertama, strategi bola jalanan di babak kedua, mental ingin menang lah membuat pemain fight terus sampe gol tercipta. Tidak ada tampang-tampang menyerah saat kebobolan. Yang ada adalah muka-muka optimis dan bernafsu membalas.

Mental arema terlihat sangat ambruk saat Vujo mencetak gol. Mereka sadar, playmaker mereka sudah tidak ada di lapangan. Waktu tersisa sudah sangat sedikit. Harapan ada pada gonzalez dan beto yang sialnya juga menunjukkan wajah frustasi ketika disorot kamera.

Pemain Persib bermain menggila untuk memberi hadiah pada diri mereka sendiri yang telah berjuang luar biasa selama musim ini. terutama di babak 8 besar, ketika performa mereka memang luar biasa! Hadiah untuk bobotoh hadir secara otomatis. Ada kesan bahwa ini bukan soal duit bonus yang akan diterima. Bukan juga soal demi bobotoh yang telah rela datang jauh-jauh. Lebih pada mental ‘sayang banget udah jauh sampe sini kalo kita kalah.’ Juga pada mental kita harus juara musim ini karena udah usaha keras.

Dengan mental seperti ini, dan sedikit saja perbaikan strategi dari Djanur, PERSIB bisa mengalahkan persipura. Walau hanya ada satu persen saja kesempatan, maka itu artinya masih ada yang bisa diperjuangkan. Hal-hal gaib yang melingkupi persipura lebih sedikit dibanding arema. Ini sudah murni urusan taktik, mental dan skill head to head pemain. Bisa!

#FINAL! #tcn10 #KingA7EP